• Jilid 1: Muhammad Sebagai Nabi
  • Jilid 2: Muhammad Sebagai Pribadi Mulia
  • Jilid 3: Muhammad Sebagai Pedagang
  • Jilid 4: Muhammad Sebagai Suami Dan Ayah
  • Jilid 5: Muhammad Sebagai Pendidik
  • Jilid 6: Muhammad Sebagai Pecinta Ilmu
  • Jilid 7: Muhammad Sebagai Negarawan
  • Jilid 8: Muhammad Sebagai Pemimpin Militer
  • Jilid 9: Muhammad Sebagai Hakim
  • Jilid 10: Muhammad Sebagai Pejuang Kemanusiaan

Ensiklopedi Muhammad

7 Keistimewaan Ensiklopedi

  1. Satu-satunya ensiklopedi yang mengupas pribadi muhammad dari sepuluh aspek dan profesi terpenting manusia dalam hidup: sebagai nabi, pribadi mulia, pedagang, suami dan ayah, pendidik, pecinta ilmu, negarawan, pemimpin militer, pejuang kemanusiaan, dan hakim.
  2. Metode penulisan gabungan antara metode kronologis dan tematis. Metode kronologis menyampaikan sejarah hidup nabi secara urutan waktu dari kelahiran nabi, hingga wafat (dijumpai dalam paruh pertama jilid 1). Sedangkan metode tematis adalah metode penulisan yang menyoroti aspek-aspek tertentu dari nabi (dijumpai dalam keseluruhan jilid).
  3. Ditulis oleh cendekiawan terkemuka Pakistan, Afzalurrahman. Hampir selama 10 tahun (sepanjang dekade 80-an), Afzallurhaman mencurahkan hidupnya untuk menulis Ensiklopedi ini. Satu jilid dari karyanya pernah diterbitkan di Indonesia di era 90-an yaitu "Muhammad Sebagai Seorang pedagang". kini publik Indonesia dapat menikmati karya monumental Afzalurrahman dalam versi yagn lebih komplit dengan pengemasan yang lebih segar.

Info Detail

Filosofi Urutan Jilid

Redaksi Pelangi Mizan melakukan penyesuaian dalam urutan jilid, sehingga urutan itu memiliki filosofi tersendiri, berikut ini filosofi urutan jilid Ensiklopedi Muhammad:

Paruh pertama Jilid 1, Muhammad sebagai Nabi, berisi uraian ringkas kisah hidup Nabi secara kronologis. Adapun paruh kedua jilid 1 dan jilid-jilid selanjutnya menyoroti aspek-aspek kehidupan Nabi secara tematis dalam urutan kronologis. Sebagaimana kita ketahui, sejak awal kehidupannya, Muhammad Saw. telah dikenal oleh penduduk Makkah sebagai pribadi mulia, sehingga mendapat gelar al-amin, "yang tepercaya, dapat diandalkan". (Perincian sifat-sifat mulia beliau ini diuraikan pada Jilid 2, Muhammad sebagai Pribadi Mulia.)

Kemuliaan pribadi beliau ini telah tampak sejak dini: demi meringankan beban sang Paman yang mengasuhnya, Muhammad yang yatim piatu itu sudah menggembala domba sejak remaja untuk mendapatkan nafkah, kemudian berkarier sebagai pedagang yang sukses dan beretika luhur. (Perjalanan karier dagang Nabi serta ajaran-ajarannya di bidang bisnis dan ekonomi, dibahas pada Jilid 3, Muhammad sebagai Pedagang.).

Info Detail

Materi Setiap Jilid

JILID 1: MUHAMMAD SEBAGAI NABI
Berisi pembahasan tentang manfaat mempelajari kehidupan Nabi Muhammad Saw.; uraian biografi Nabi secara ringkas sejak lahir hingga wafat; berbagai aspek, tujuan, dan tugas Muhammad sebagai nabi; bukti-bukti kenabian beliau dalam Taurat dan Injil, sebagaimana masih terlacak dalam Bibel; bukti-bukti kenabian beliau dalam Al-Quran; dan pembahasan tentang makna, filosofi, dan tatacara shalawat dan salam terhadap Nabi.

JILID 2: MUHAMMAD SEBAGAI PRIBADI MULIA
Mengungkap sifat-sifat mulia Nabi, sbb: sopan; baik hati terhadap orang miskin, anak-anak, hamba sahaya, perempuan, binatang, kerabat, anak yatim, dan non-Muslim; penuh cinta kasih; pemaaf; ramah; suka berkorban; sederhana; rendah hati; lembut; tulus; jujur; adil dalam bidang bisnis dan hukum; menepati janji; saleh; moderat; teguh; berani; serta humoris.

JILID 3: MUHAMMAD SEBAGAI PRIBADI MULIA
Kondisi perniagaan pada zaman Arab Kuno dan karier dagang Muhammad pada masa itu diungkap dalam jilid ini. Pembahasan disertai dengan penjelasan tentang prinsip-prinsip perdagangan dalam Islam dan teladan Nabi dalam menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam bisnisnya; solusi Islam terhadap masalah ekonomi; sistem ekonomi Islam; masalah kemerataan ekonomi dan fungsi negara; keadilan ekonomi; konsumsi, produksi, dan distribusi; serta faktor-faktor produksi.

Info Detail

Tentang Penulis

Afzalur Rahman (1915 - 1998) seorang cendekiawan Muslim autodidak asal Pakistan. Dia sempat mengenyam pendidikan di Islamia College, Lahore, saat lembaga itu masih dikepalai oleh Abdullah Yusuf Ali, penulis The Glorious Quran (terjemah dan tafsir Al-Quran pertama dalam bahasa Inggris yang ditulis seorang Muslim). Dari Pakistan, Afzalur Rahman hijrah ke Inggris, lalu mendirikan The Muslim Educational Trust (MET) pada 1967 dengan dukungan dana Raja Faisal dari Arab Saudi. MET memberikan pelajaran agama Islam kepada murid-murid Muslim di sekolah-sekolah Inggris, seperti Newham, Hackney School, Bradford, dan lain-lain.

Pada 1976, Afzalur Rahman meninggalkan MET, lalu mendirikan The Muslim Schools Trust (MST), yang lebih berfokus pada penerbitan buku-buku Islam. Pada saat inilah terbetik dalam benaknya untuk menerbitkan sebuah ensiklopedia tentang perjalanan hidup Nabi. Maka, sepanjang dekade 80-an, terbitlah 8 volume Encyclopaedia of Seerah Muhammad. Sepeninggal Afzalur Rahman pada 1998, ditemukanlah volume ke-9 dari ensiklopedia tersebut, yang belum pernah diterbitkan.

Info Detail

Para Pembaca Ahli

Sebelum buku ini sampai ke tangan pembaca, Redaksi meminta beberapa ahli untuk membaca dan memberikan masukan untuk menghindari kesalahan. Berikut ini adalah pembaca ahli:

Ali Audah Sastrawan, penulis, dan penerjemah buku-buku referensi, sejarah, dan sastra. Di antara karya terjemahannya: Sejarah Hidup Muhammad karya M. Husain Haekal serta Qur'an, Terjemahan dan Tafsirnya karya mufasir terkenal, Abdullah Yusuf Ali. Beliau juga menulis Konkordansi Qur'an, Panduan Kata dalam Mencari Ayat Qur'an.

Walaupun seorang autodidak, beliau pernah menjabat Dekan Fakultas Syari'ah serta Pembantu Rektor I Universitas Ibn Khaldun, Bogor, serta mengajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Beliau juga pernah menjadi Ketua Perhimpunan Penerjemah Indonesia, anggota Dewan Kesenian Jakarta, serta anggota Dewan Redaksi Majalah Sastra Horison.

Info Detail

Apa Kata Mereka

"Bagi siapa pun yang berkeinginan untuk memahami kekuatan sesungguhnya dari pengaruh Islam terhadap sejarah kemanusiaan, tidak ada cara yang lebih baik selain dengan mempelajari kehidupan Sang Pembawa Islam dengan saksama dan objektif. Mr. Afzalur Rahman dengan meletakkan sudut pandang kepada Muhammad Saw. sebagai manusia dan pembawa risalah Allah, penuntun umat manusia, kepala pemerintahan dan negarawan, serta pemimpin militer, telah mencoba untuk menyajikan bahwa dalam beberapa aspek kehidupan tersebut, teladan yang ditampilkan seorang Nabi dapat menerangi jalan setapak yang berujung pada pemenuhan diri dan keberhasilan. Saya sangat menghargai Mr. Afzalur Rahman serta The Muslim Schools Trust, tempat beliau menjabat sebagai Deputi Sekretaris Jenderal, atas inisiatif mereka. Semoga upaya-upaya mereka dianugerahi keberhasilan."

Dr. Abdullah O. Nassef,Sekretaris Jenderal Rabitha 'Alam-i-Islamia, MakkahMantan Presiden Universitas King Abdulaziz, Jeddah, Saudi Arabia

Info Detail